Nur Alam Terbaring Selama 10 Tahun Akibat Asam Urat Akut

0
467

SEPUTAR,KOLAKA.ID– Nur Alam 28 Tahun warga Desa Ladahai, Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), harus terbaring selama 10 Tahun akibat menderita penyakit Asam Urat Akut. Jari tangan dan kaki Alam membesar Akibat penyakit yang di deritanya.

Penyakitnya itu bermula saat Alam masih berusia 18 tahun, ia terpaksa harus mengakhiri pendidikannya di Sekolah Menengah Atas (SMA) akibat tak mampu lagi berjalan, karena tangan dan kaki yang membengkak, dan saat ini tangan dan kakinya makin banyak benjolan hingga akhirnya meletus dan sering mengeluarkan nanah cairan putih sehingga membuat tubuh Alam mengecil seperti terlihat tulang belulang karena kesakitan.

Meski sempat menjalani pengobatan di Rumah Sakit (RS) selama 1 bulan di salah satu rumah sakit di Makassar, namun karena kehabisan biaya, Alam terpaksa dibawa pulang dan hanya di rawat seadanya di rumahnya di Desa Ladahai.

“Sempat di bawah ke rumah sakit di makassar selama 1 bulan hanya karena keterbatasan biaya terpaksa Alam di bawah pulang, apalagi ayah dan ibunya yang berusia lanjut yang dulu jadi tulang punggung kini sudah tak bisa juga berbuat apa-apa karena ayahnya juga menderita lumpuh pada kaki kirinya, sedangkan ibunya sakit terkadang mengalami pembengkakan pada bagian perutnya,”Ujar Hamsha, Salah satu keluarga si penderita, saat di kunjungi di rumah Alam Sabtu 27 Maret 2021.

Bahkan selama Alam menderita penyakit itu, Tak satupun bantuan tersentuh padanya, sehingga orang tua Alam hanya pasrah melihat sang anak terbaring lemah di kamarnya.

“Selama sakit belum pernah ada bantuan yang diterima Alam baik dari masyarakat maupun pemerintah,”Katanya.

Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Nasruddin mengatakan,  Alam rencananya akan dirujuk ke Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka, tetapi kendalanya tidak ada keluarga  yang bisa mendampingi Alam.

“Pasien ini ada kartu KIS nya, bahkan sudah disampaikan juga kalau dirujuk, untuk keluarga pasien yang mendampingi nanti akan diberikan uang makan minum untuk 2 orang perhari, selama pasien di rawat di RS, semua sudah dijelaskan tetapi masih tidak mau juga dirujuk” Terang Nasruddin (27/3)

Kini keluarga Alam hanya bisa berharap bantuan dari relawan yang siap membantu kesembuhan sang anak agar bisa menjalankan kehidupannya yang normal kembali.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here