Sarjono Kukuhkan Kepengurusan Perpani Kolaka

0
16
Ketua Perpani Kolaka Agus Salim Pamus saat menerima bendera Perpani Kabupaten Kolaka

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Provinsi Sulawesi Tenggara Sarjono mengukuhkan kepengurusan Perpani Kabupaten Kolaka periode 2023-2027 Sabtu (29/6) di Aula Dinas Perikinan setempat.

Kepengurusan Perpani Kabupaten Kolaka secara resmi dinahkodai  Agus Salim Pamus setelah secara simbolis bendera perpani Kabupaten Kolaka diserahkan oleh Sarjono menandai diterimanya jabatan sebagai ketua.

Turut hadir dalam seremoni pengukuhan kepengurusan Perpani Kolaka, yakni Ketua Harian Perpani Sultra H. Ismail Bella, Kadispora Kabupaten Kolaka Muhammad Samin Samad, Ketum KONI Kolaka H. Andi Sulkarnain Mansur.

“KONI Kabupaten Kolaka mengapresiasi pengukuhan kepengurusan Perpani Kolaka. Ini cabang olahraga pertama yang dikukuhkan,” kata Andi Sulkarnain.

Kadis Pemuda dan Olahraga Kolaka Muhammad Samin Samad mendukung pengurus Panahan Kolaka melakukan pembinaan atlet berprestasi.

“Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif pengurus Panahan yang membangun sinergitas dengan para pihak dalam rangka menggairakan pembinaan atlet,” kata Kadispora.

Ketua Perpani Kolaka Agus Salim Pamus menyampaikan apresiasi kepada pengurus Panahan masa lalu yang telah berjasa membangun organisasi dan membina atlet.

“Kolaka lumbung atlet panahan potensial di Sultra. Inilah tantangan pengurus Perpani saat ini. Regenerasi atlet menjadi keharusan untuk dilanjutkan,” kata Agus Salim yang juga Kadis Perikanan Kolaka.

Ketua Perpani Sultra Sarjono dalam pengarahannya mengajak jajaran pengurus Perpani Kolaka untuk meningkatkan semangat kekeluargaan dan soliditas yang menjadi karasteristik Perpani.

“Pengorganisasian yang optimal di Perpani Sultra terwujud berkat dedikasi dan loyalitas pengurus maupun orang tua para atlet. Semangat itulah yang luar biasa di cabang olahraga Panahan,” kata Sarjono.

Ia mengimbau jajaran pengurus Perpani Kolaka membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat, pihak DPRD, dunia usaha/swasta (BUMN dan BUMD).

“Keterbatasan anggaran adalah kendala klasik dalam melakukan pembinaan atlet. Inilah tantangan pengurus untuk menemukan solusi,” ujar Sarjono yang juga Ketua PWI Sultra.(CR5)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here