Gejolak Global Dorong Harga Emas Pecah Rekor, Rupiah dan Pasar Saham Jadi Sorotan

0
29
Gejolak Global Dorong Harga Emas Pecah Rekor, Rupiah dan Pasar Saham Jadi Sorotan. Sumber foto: CNBC Indonesia

SEPUTAR,KOLAKA.ID-JAKARTA,Dinamika ekonomi global kembali menjadi perhatian pada Senin, 9 Februari 2026. Sejumlah indikator utama, mulai dari nilai tukar rupiah, pergerakan harga emas dan perak, hingga fluktuasi pasar saham, menunjukkan bagaimana ketidakpastian dunia memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat.

Pada pembukaan perdagangan pagi, rupiah menguat tipis ke level Rp16.871 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini terjadi di tengah dominasi dolar AS yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka di zona hijau pada posisi 7.970,022, meski kemudian kembali melemah sesaat setelah pembukaan.

Dari sektor logam mulia, harga perak Antam tercatat naik menjadi Rp50.250 per gram. Sementara itu, harga emas UBS dan Galeri 24 yang dijual PT Pegadaian (Persero) terpantau stabil tanpa perubahan. Namun, di pasar global, harga emas justru mencetak rekor tertinggi baru dengan menembus US$5.000 atau sekitar Rp84,9 juta per ons, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

Pada perdagangan Senin (26/1/2026), harga emas spot naik 0,94% ke level US$5.029,62 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat sekitar 1,02% ke US$5.029,70 per ons. Analis independen Ross Norman memproyeksikan harga emas tahun ini dapat mencapai US$6.400 per ons dengan rata-rata US$5.375, seiring potensi berlanjutnya tren kenaikan sepanjang 2026.

Saxo Bank dalam laporan Outrageous Predictions 2026 bahkan memaparkan skenario ekstrem yang dapat mendorong harga emas melonjak hingga US$10.000 per ons. Salah satu pemicunya adalah potensi “Q-Day”, saat komputasi kuantum mampu meretas sistem enkripsi digital, sehingga kepercayaan terhadap aset digital dan sistem perbankan tradisional melemah. Dalam kondisi tersebut, emas dipandang sebagai aset utama yang bebas risiko digital.

Ketegangan geopolitik global menjadi faktor penting di balik reli emas. Eskalasi hubungan internasional, ketidakpastian kebijakan perdagangan, serta konflik Rusia dan Ukraina yang belum menunjukkan titik terang, turut memperkuat daya tarik emas sebagai lindung nilai. Terbaru, serangan udara Rusia memutus pasokan listrik bagi lebih dari satu juta warga Ukraina di tengah musim dingin ekstrem, memperbesar kekhawatiran pasar.

Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan rencana penerapan tarif 100% terhadap Kanada jika negara itu melanjutkan kesepakatan dagang dengan China. Pernyataan tersebut semakin menambah ketidakpastian global. Robin Tsui, ahli strategi emas Asia Pasifik di State Street Investment Management, menilai aliran dana ke emas saat ini semakin deras, dipicu meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap ekonomi global.

“Kita dapat melihat ada banyak uang strategis dan taktis yang mengalir ke emas. Semua ketegangan ini telah mendorong kekhawatiran ke dalam ekonomi global. Emas diuntungkan karena secara historis menjadi lindung nilai terhadap potensi penurunan mata uang dan aset berisiko,” ujar Tsui, seperti dikutip Channel News Asia.

Di sisi lain, isu sosial juga turut mewarnai pemberitaan ekonomi hari ini. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sekitar 120 ribu peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan terhapus dari total 11 juta peserta, setelah teridentifikasi memiliki riwayat penyakit katastropik.

Sementara itu, logam mulia lain juga menunjukkan pergerakan signifikan. Harga perak spot melonjak 1,85% ke US$104,85 per ons, platinum turun tipis 0,21%, dan paladium menguat 0,22%. Lonjakan perak di atas US$100 per ons untuk pertama kalinya mencerminkan tingginya permintaan investor ritel serta ketatnya pasokan di pasar fisik.

Kombinasi faktor geopolitik yang memanas, kebijakan moneter longgar di AS, pembelian besar oleh bank sentral, termasuk China, serta aliran dana ke ETF emas dinilai menjadi pendorong utama reli harga emas yang berkelanjutan sepanjang 2026.(CR5/Aini)

Sumber: CNBC Indonesia & metrotvnews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini