Desa Sani-Sani Raih Penghargaan ADWI 2023

0
317
ket: Plt Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Salamansyah bersama Kabid Destinasi & Industri Pariwisata, Asyamti Hasri dan Kepala Desa Sani-sani, Alias Mujur menyerahkan penghargaan ADWI 2023 kepada Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei.

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Desa Sani-sani, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka meraih penghargaan pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sani-sani ditetapkan sebagai juara harapan untuk kategori desa wisata berkembang. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menparekraf Sandiaga Uno, Minggu (28/8) malam, di Jakarta.

Kamis (31/8) kemarin, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Salamansyah didampingi Kabid Destinasi & Industri Pariwisata, Asyamti Hasri dan Kepala Desa Sani-sani, Alias Mujur menyerahkan piagam penghargaan tersebut kepada Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ahmad Safei menganggap penghargaan ini sebagai bukti kinerja positif yang telah dicapai Dinas Pariwisata dan Pemdes Sani-sani. “Semoga prestasi ini bisa dipertahankan kalau perlu ditingkatkan lagi ke depan,” ucapnya.

Bupati juga berharap penghargaan yang diraih Desa Sani-sani dapat mendorong desa-desa lain di Bumi Mekongga untuk termotivasi mengembangkan potensi desanya. “Semoga desa-desa lain bisa juga berkreasi. Peran media dalam mempromosikan potensi desa juga sangat membantu sekali,” katanya.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kolaka, Salamansyah mengatakan penghargaan yang diraih dalam ajang ADWI 2023 merupakan bukti nyata komitmen mereka dalam mengembangkan potensi pariwisata lokal.

Dengan peran strategis kepala desa dan perangkat desa, serta perhatian penuh dari pemerintah, harapannya adalah pengembangan desa wisata akan membantu mendorong perekonomian desa dan menciptakan ekosistem yang lebih mandiri untuk keberlanjutan masa depan.

Ia menjelaskan, sebelum ditetapkan menjadi juara harapan untuk kategori desa wisata berkembang, Sani-sani terlebih dahulu bersaing ketat dengan ribuan desa wisata lainnya se Indonesia. Hingga pada akhirnya, Sani-sani lolos asesmen dan masuk nominasi 75 besar desa wisata terbaik.

“Penilaian desa wisata tidak semata soal ada tidaknya destinasi wisata di suatu desa, tetapi lebih menekankan pada pengembangan paket wisata yang mampu menonjolkan keunikan dan kekhasan tertentu sehingga dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung,” ujarnya.

Sebagai informasi, desa Sani-sani berjarak sekitar 26 kilometer dari pusat ibukota Kolaka. Dengan kendaraan bermotor, dapat ditempuh sekitar 30 menit. Namun apa yang diperoleh setelah menempuh perjalanan itu, ibarat sepenggal surga di bumi.

Sani-sani memberikan pengunjung pengalaman menikmati suasana puncak dan pemandangan laut sekaligus, ibarat dua sisi cermin. Disisi satunya, hamparan laut yang luas dengan gugusan pulau Padamarang sebagai objeknya terlihat memanjakan mata.

Semakin syahdu dengan sunset yang dapat disaksikan secara sempurna.
Di sisi lainnya, terhampar lanskap lembah, lengkap dengan suasana tenang khas pedesaan. Saat malam, dititik ini, pemandangan spektakuler lainnya tersaji di langit. Jika berkunjung pada kondisi yang tepat, utamanya saat langit cerah, akan nampak lautan bintang yang nampak jelas karena jauh dari polusi cahaya.

Desa Sani-sani yang ditetapkan oleh bupati Ahmad Safei menjadi desa wisata pada 16 September 2020 ini, memiliki keberagaman seperti pantai, sawah, tambak, kebun cengkeh dan kakao. Semuanya terangkum dalam suasana pedesaan yang asri dengan topografi pantai dan gunung, yang ditunjang dengan keramahan masyarakat lokal.
Ada beberapa paket wisata yang ditawarkan di Sani-sani. Pertama, para wisatawan dapat mencoba kehidupan sebagai warga desa. Pada mode ini, wisatawan dapat bersama warga lokal menyiangi sawah, berkebun cengkeh atau menjadi nelayan dan petani rumput laut.

Layaknya lokasi wisata lain yang liveable, jangan lewatkan kesempatan menikmati suasana alam dengan camping di Sani-sani. Menariknya, wisatawan dapat memilih lokasi camping di Sani-sani, camping di gunung pada puncak Indah Kapu yang menjadikan camping serasa di atas awan, karena selimut halimun pada pagi hari yang menutup seluruh pegunungan.

Atau, camping di area pantai, yang menjadi lokasi ikonik anak senja, karena dapat menikmati sunset hingga menghilang dibawah lautan pulau Padamarang. Camping di pantai mampu menampung kapasitas hingga 50 tenda.

Di semua tempat camping ini dilengkapi fasilitas kamar mandi, WC, juga tempat ibadah. Fasilitas untuk camping sediakan alas atau palet untuk tempat tenda agar wisatawan apabila sedang camping dan hujan tendanya tidak akan langsung kena basah.
Dengan berbagai pesonanya, desa Sani-sani mengusung tagline “Momahe For The World”, yang dapat dimaknai sebagai “Kecantikan untuk Dunia”. Momahe sendiri dalam frasa Tolaki berarti cantik. (kal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here