Seluruh Korban Longboat Pemancing di Perairan Pomalaa Ditemukan, Operasi SAR Resmi Dihentikan

0
87
Seluruh Korban Longboat Pemancing di Perairan Pomalaa Ditemukan, Operasi SAR Resmi Dihentikan. Sumber: detikcom

SEPUTAR,KOLAKA.ID-KOLAKA,Kabar duka sekaligus lega datang dari perairan Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Setelah tiga hari pencarian intensif, seluruh enam korban perahu pemancing yang tenggelam akibat terjangan ombak akhirnya ditemukan. Dengan ditemukannya korban terakhir operasi pencarian dan pertolongan (SAR) resmi dihentikan. (11/11/2025)

Korban terakhir, Alfito atau akrab disapa Pito, ditemukan pada Selasa pagi (11/11/2025) oleh nelayan yang turut membantu operasi di lapangan. Alfito ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terlilit tali di sekitar tubuhnya. Sehari sebelumnya, korban bernama Andika juga ditemukan telah meninggal dunia.

“Dengan ditemukannya korban terakhir, maka seluruh korban telah berhasil ditemukan,” ujar salah satu petugas SAR di lokasi, menegaskan bahwa misi pencarian resmi dinyatakan selesai.

Kolaborasi Solid di Lapangan

Keberhasilan operasi ini tak lepas dari sinergi luar biasa berbagai pihak. Tim gabungan terdiri dari TNI AL, Polri (Satpolair dan Sek Pomalaa), Basarnas, Syahbandar, Antam Pomalaa, PMI, serta Kolaka Diving Club (KDC) bahu-membahu sejak hari pertama insiden.

Pencarian juga mendapat dukungan penting dari Teman-Teman Drone Kolaka, yang membantu pemetaan area dan menyediakan visual udara untuk mempercepat identifikasi lokasi korban.

Turut hadir memberikan dukungan langsung, Anggota DPRD Kabupaten Kolaka Dapil Pomalaa, Hariani Syamsuddin, yang memantau proses penanganan korban di lapangan. Kehadirannya menjadi bentuk empati dan perhatian nyata terhadap warga yang terdampak tragedi ini.

Data Akhir Operasi SAR

* Total korban: 6 orang
* Selamat: 4 orang
* Meninggal dunia: 2 orang (Andika dan Alfito)

Operasi yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bukti nyata solidaritas lintas lembaga dan masyarakat Kolaka.

Pemerintah daerah bersama seluruh tim SAR menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa lelah dalam proses pencarian dan penanganan korban.

Tragedi di perairan Pomalaa ini menjadi pengingat penting bagi para nelayan dan masyarakat pesisir untuk senantiasa mewaspadai perubahan cuaca ekstrem saat melaut. (CR5/Aini)

Sumber: SkuyMiBro & detikcom

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini