PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Gencar Cari Mitra untuk Proyek Smelter HPAL di Bahadopi

0
192
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Gencar Cari Mitra untuk Proyek Smelter HPAL di Bahadopi. Sumber: Bloomberg Technoz

SEPUTAR,KOLAKA.ID-PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tengah menjaring mitra baru untuk proyek pembangunan smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) di kawasan tambang Bahodopi, Sulawesi Tengah. Proyek ini diperkirakan menelan investasi sekitar US$2 miliar atau setara dengan Rp32,51 triliun.

Saat ini, proyek smelter Bahodopi dioperasikan oleh PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia, usaha patungan antara INCO dan GEM Hong Kong International Co. Ltd. INCO memegang 49% saham, sementara sisanya dipegang oleh GEM Hong Kong International.

“Mayoritas masih GEM. Kita masih cari juga [partner untuk Bahodopi] Masih cari kemungkinan,” kata Head of Corporate Finance and Investor Relation INCO, Andaru Brahmono Adi, Jumat (18/7/2025).

Fasilitas HPAL ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 60.000 ton nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) dan ditargetkan mulai beroperasi komersial paling cepat tahun depan. INCO memiliki tiga proyek tambang yang tersebar di Bahodopi, Pomalaa, dan Sorowako, dengan total nilai investasi sekitar US$8,5 miliar.

INCO juga tengah menantikan persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk blok tambang Bahodopi. Revisi RKAB tersebut diajukan sehubungan dengan rencana INCO untuk mengerek produksi bijih nikel kadar tinggi atau saprolit mencapai 2 juta ton pada semester II-2025.

“Bahodopi secara teknis sudah siap operasi. Kontraktor, peralatan, semua sudah di lapangan. Begitu persetujuan final keluar, kami bisa langsung mulai produksi,” kata Andaru.

Manajemen INCO memperkirakan jadwal operasi dari Blok Bahodopi bisa dimulai akhir kuartal II-2025 atau awal kuartal III-2025. Selain penjualan nickel matte, perseroan telah menjual sekitar 80.000 ton bijih saprolit kepada pembeli domestik, yang menandakan sumber pendapatan baru bagi perseroan tahun ini.

Pada kuartal I-2025, INCO mencatatkan laba bersih US$21,79 juta atau naik 606,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. INCO juga telah menjual 17.096 ton nickel matte dengan nilai transaksi US$206,5 juta pada kuartal I-2025.(CR5/aini)

Sumber: Bloomberg Technoz & GlobalEnergi.co

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini