Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Pulihkan Keluarga sebagai Sumber Harapan Bangsa

0
27
Natal 2025, Menag Ajak Umat Kristiani Pulihkan Keluarga sebagai Sumber Harapan Bangsa

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Jakarta,Perayaan Natal 2025 dimaknai Menteri Agama Nasaruddin Umar bukan sekadar sebagai momentum ritual keagamaan, tetapi sebagai ruang pemulihan yang lahir dari keluarga. Melalui Pesan Natal 2025, Menag mengajak umat Kristiani menjadikan Natal sebagai panggilan iman untuk kembali merawat keluarga—tempat pertama di mana kasih, iman, dan harapan ditumbuhkan.

Dengan mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, Menag menegaskan bahwa keluarga merupakan jantung kehidupan berbangsa. Dari keluarga yang utuh dan penuh kasih, akan lahir gereja yang kuat, masyarakat yang rukun, serta Indonesia yang berpengharapan.

“Jika keluarga dipulihkan, maka gereja akan bertumbuh. Jika gereja kuat, masyarakat menjadi rukun. Dan jika keluarga-keluarga kita tangguh, bangsa ini akan menemukan kembali arah dan harapannya,” ujar Menag dalam Pesan Natal 2025, Rabu (24/12/2025).

Menag menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi keluarga saat ini, mulai dari polarisasi sosial, tekanan ekonomi, hingga dampak bencana yang masih dirasakan oleh banyak masyarakat. Dalam situasi tersebut, rumah diharapkan kembali menjadi ruang aman bagi pertumbuhan iman dan nilai kemanusiaan.

Menurutnya, penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu agenda strategis Kementerian Agama. Keluarga tidak hanya berperan dalam mendidik anak, tetapi juga menanamkan nilai moderasi, empati, dan tanggung jawab sosial sejak usia dini.

“Keluarga yang sehat secara spiritual dan sosial adalah fondasi paling kokoh bagi Indonesia yang damai dan beradab,” tegas Menag.

Selain itu, Natal 2025 juga dimaknai sebagai panggilan iman untuk merawat bumi titik di tengah krisis iklim dan kerusakan lingkungan, menak mengajak setiap keluarga mengambil peran nyata dalam menjaga ciptaan Tuhan.

“Iman harus menyentuh cara kita hidup. Mengurangi plastik, menanam pohon, menghemat energi—itulah bentuk syukur kita kepada Tuhan atas ciptaan-Nya,” ujarnya.

Menag juga mengingatkan bahwa perayaan Natal tahun ini berlangsung di tengah duka banyak saudara sebangsa yang terdampak bencana. Karena itu, Natal tidak seharusnya dirayakan dalam kemewahan yang melupakan mereka yang sedang mengalami kehilangan.

“Kekuatan Natal bukan pada kemewahan perayaan, melainkan pada keberanian untuk berbagi beban dengan mereka yang sedang terluka,” katanya.

Menutup Pesan Natal 2025, Menag berharap Natal menjadi ruang perjumpaan lintas batas, tempat solidaritas dan nilai kemanusiaan kembali menemukan maknanya.

“Mari kita jadikan keluarga sebagai pelabuhan cinta yang menyelamatkan, sekaligus menjadi penjaga alam semesta yang Tuhan titipkan. Selamat Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026,” pungkasnya.(CR5/Aini)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini