Antisipasi Gejolak Global, PT Vale Siapkan Strategi Hadapi Potensi Gangguan Pasokan Sulfur

0
66
Antisipasi Gejolak Global, PT Vale Siapkan Strategi Hadapi Potensi Gangguan Pasokan Sulfur

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Jakarta,PT Vale Indonesia Tbk. menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan pasokan sulfur yang digunakan dalam proses pengolahan nikel melalui smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL). Langkah ini dilakukan menyusul kekhawatiran atas kemungkinan penutupan jalur perdagangan global di Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute penting distribusi komoditas dunia.

Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, mengatakan perusahaan mulai mengoptimalkan pemanfaatan sulfur dalam desain proyek pengolahan nikelnya. Optimalisasi tersebut tidak hanya difokuskan pada kebutuhan konsumsi sulfur untuk smelter HPAL, tetapi juga pada efisiensi pemanfaatan energi dari proses pengolahan.

Ia mencontohkan penerapan sistem tersebut pada proyek smelter di Bahodopi, Sulawesi Tengah. Di kawasan itu, fasilitas pengolahan asam berbasis sulfur (acid plant) terintegrasi dengan sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan energi sisa dari proses produksi.

Dengan pendekatan tersebut, Vale berupaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bahan baku di tengah dinamika rantai pasok global.

Di sisi lain, Budiawansyah mengungkapkan bahwa tekanan terhadap pasokan sulfur sebenarnya sudah terjadi bahkan sebelum konflik di Timur Tengah meningkat. Lonjakan harga komoditas tersebut telah mencapai lebih dari 200 persen.

Menurutnya, kondisi ini juga dipengaruhi oleh ketergantungan Indonesia terhadap impor sulfur dari negara-negara di kawasan Timur Tengah, yang selama ini menjadi salah satu pemasok utama bagi industri pengolahan nikel di dalam negeri.

“Iya. Memang saat ini kita juga mengkonsumsi sulfur itu banyak dari Middle East ya. Tanpa adanya peristiwa yang saat saat ini terjadi di daerah teluk itu pun, harga sulfur itu sudah sangat luar biasa naiknya lebih dari 200%,” kata Budiawansyah di Jakarta Selatan, dikutip Senin (9/3/2026).

Kondisi tersebut membuat pelaku industri, termasuk Vale, mulai memperkuat strategi mitigasi risiko rantai pasok guna memastikan kelangsungan operasional proyek hilirisasi nikel di tengah ketidakpastian geopolitik global.(CR5/Aini)

SUMBER: HARIANBASIS.CO

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini