
SEPUTAR,KOLAKA.ID-Kolaka,Suasana hangat terlihat di Desa Puubunga, Kecamatan Baula, ketika PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa menggencarkan edukasi bahaya narkoba melalui sosialisasi pencegahan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza). Program ini tak sekadar memberi penyuluhan, tetapi juga menguatkan harapan agar generasi muda tetap sehat dan siap menjadi masa depan daerah.
Senior Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, Aditya Hafria Vanni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata perusahaan menjaga masyarakat dari ancaman Napza, terutama di kalangan pemuda.
“Untuk hari ini khusus di Desa Puubunga, nanti di bulan depan kita akan keliling ke Posyandu yang lain. Target kita, semua desa dan posyandu dalam dua tahun bisa kita datangi untuk memberikan promosi kesehatan ini,” ungkapnya di Kolaka, Kamis.
Ia menegaskan bahwa dampak Napza bukan hanya merusak tubuh, tetapi juga mengganggu mental dan hubungan sosial penggunanya.
“Untuk dampaknya sendiri yang pertama pastinya kan kesehatan. Kesehatan dalam artian orang yang menyalahgunakan narkoba, tentu kondisi kesehatan fisik maupun mentalnya menjadi bermasalah,” katanya.
Di hadapan warga, Aditya mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan menjaga lingkungan dari penyalahgunaan narkoba demi masa depan yang lebih baik.
“Jadi, kita menanamkan mindset pencegahan penyalahgunaan narkoba ini dari awal agar mereka siap produktif untuk bekerja di perusahaan,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat yang sehat dan bebas narkoba akan lebih aman, sejahtera, dan harmonis. Hal itu sekaligus menekan angka kriminalitas.
“Untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba ini, memang harus segala lini harus berperan di sana. Nggak bisa hanya dari polisi, BNN, tapi semua lini supaya semua sadar,” tegasnya.
Tokoh Kesehatan dan Pemerintah Desa Sambut Baik Program Vale
Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Baula Hasrul Tonapa mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap obat-obatan terlarang.
“Napza ini adalah zat atau obat yang dapat menimbulkan perubahan pada kesadaran, pikiran, perasaan, dan prilaku seseorang,” jelasnya.
Kepala Desa Puubunga, Sutaji, juga menyampaikan rasa terima kasih atas atensi perusahaan terhadap warganya. Ia menaruh harapan besar agar warganya, yang kini berjumlah sekitar 1.560 jiwa, dapat terhindar dari Napza.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya program sosial lingkungan ini dari PT Vale. Dan mudah-mudahan di desa-desa lain juga bisa begini nanti,” ujarnya.
Dari Lawan Napza Sampai Cegah Stunting
Sosialisasi ini merupakan bagian dari program sosial lingkungan PT Vale IGP Pomalaa demi terwujudnya Kolaka sehat, bersih, dan berdaya. Tak hanya berbicara tentang narkoba, PT Vale juga menghadirkan bingkisan berupa telur, minyak goreng, dan susu untuk membantu menekan angka stunting.
Aditya memastikan program ini akan terus berjalan sebagai strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasi perusahaan.
Hingga saat ini, kegiatan edukasi telah menyentuh Posyandu Kampung Bajo dan kawasan hiburan malam di Pomalaa, serta terkini di Posyandu Desa Puubunga. Pada awal Desember mendatang, giliran Posyandu Hakatutobu yang akan mendapatkan intervensi kesehatan serupa.
“Kami ingin menanamkan mindset pencegahan penyalahgunaan narkoba agar generasi muda siap produktif dan tidak terjerumus pada perilaku yang berisiko,” ulang Aditya menegaskan tujuan program tersebut.
Ia menyimpulkan bahwa keberhasilan memerangi Napza membutuhkan kerja sama erat masyarakat, keluarga, pemda, aparat, serta perusahaan. Dengan begitu, Kolaka akan memiliki generasi yang kuat, sehat, dan mampu memberikan dampak positif bagi daerah.(CR5/Aini)












