SEPUTAR,KOLAKA.ID–Kolaka, Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)mbangan usaha emping jagung berbasis teknologi. Program ini merupakan hasil kompetisi tingkat nasional yang dilaksanakan oleh DRTPM Kemdiktisaintek.
Tim pelaksana kegiatan PkM diketuai oleh Dr. Yuli Purbaningsih, S.TP., MP, dengan anggota dosen lintas program studi yakni Kartomo, S.E., M.Cdev dan Qadarudin Fajr, STP., M.Si. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa melalui program MBKM, yaitu Siti Mariani Aprilia dan Meilany Risky Wahdania.
Program pemberdayaan tersebut dilaksanakan bersama Kelompok Dasawisma Mawar di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, yang mayoritas anggotanya adalah perempuan. Ketua Tim PkM, Yuli Purbaningsih, menyampaikan bahwa Desa Sumber Rejeki memiliki potensi pertanian jagung yang sangat melimpah. Namun, selama ini pengolahannya masih dilakukan secara tradisional sehingga kuantitas dan kualitas produk emping jagung belum mampu bersaing di pasaran.
“Produksi emping jagung di desa ini rata-rata hanya 5 kilogram per hari, dikemas sederhana, dan pemasarannya terbatas di wilayah sekitar desa,” ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, tim PkM USN Kolaka melakukan pelatihan dan pendampingan kepada anggota Dasawisma Mawar. Mereka dibekali keterampilan teknologi produksi menggunakan mesin pemipih emping jagung, teknologi pengemasan modern, serta strategi pemasaran digital. Dengan inovasi ini, produk emping jagung diharapkan memiliki nilai tambah, daya saing lebih tinggi, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan pemberdayaan ini sekaligus menjadi langkah untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Selama ini, rata-rata penghasilan anggota kelompok hanya sekitar Rp150 ribu per bulan dari usaha emping jagung, jauh di bawah upah minimum regional (UMR) Kabupaten Kolaka. Melalui pemanfaatan teknologi, pendapatan tersebut diproyeksikan akan meningkat secara signifikan.
Selain aspek ekonomi, program ini juga mendorong kesetaraan gender dengan memberikan ruang bagi perempuan untuk aktif berwirausaha. Anggota Dasawisma Mawar yang berjumlah 50 orang dilatih agar bisa produktif tanpa meninggalkan perannya dalam keluarga. Hal ini sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yakni penciptaan lapangan kerja layak, pengentasan kemiskinan, serta pemberdayaan perempuan.
Kepala Desa Sumber Rejeki mengapresiasi inisiatif USN Kolaka yang menurutnya sangat membantu masyarakat.
“Kami berharap emping jagung bisa menjadi produk unggulan desa sekaligus oleh-oleh khas Kabupaten Kolaka. Dengan teknologi produksi dan pemasaran digital, usaha ini bisa berkembang lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, program ini diharapkan melahirkan kemandirian kelompok Dasawisma Mawar. Dengan meningkatnya keterampilan, kapasitas produksi, dan akses pasar, emping jagung Sumber Rejeki berpotensi menjadi produk lokal yang mampu bersaing di tingkat regional bahkan nasional.
Sebagai penutup, tim PkM menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kemendiktisaintek melalui DRTPM dengan program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kolaka, Pemerintah Kecamatan Watubangga, Pemerintah Desa Sumber Rejeki, yang telah memfasilitasi pelaksanaan kegiatan. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Kampus Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN Kolaka), Rektor, Ketua LPPM, Kapus Pengabdian, Dekan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Peternakan, Dekan FISIE, Ketua Prodi Agribisnis, Ketua Prodi THP, serta Prodi Ekonomi Pembangunan yang telah memberikan izin dan dukungan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. (CR5/Aini)













