PT Vale Intensifkan Edukasi Pencegahan DBD dan TBC bagi Warga Ulu Baula

0
43
PT Vale Intensifkan Edukasi Pencegahan DBD dan TBC bagi Warga Ulu Baula

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Kolaka,PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa terus menggencarkan program sosial lingkungan melalui kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit menular. Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di Desa Ulu Baula, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Selasa (10/3/2026).

Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Baula untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Tuberkulosis (TBC), terutama menjelang musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

Senior Occupational Health and Industrial Hygiene Analysis PT Vale IGP Pomalaa, dr Aditya Hafria Vanni, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

“Kami hanya membantu Pemerintah dalam memberikan edukasi dengan masyarakat terkait pencegahan penyebaran DBD dan penyakit TB seperti yang dilakukan di Desa Ulu Baula,” Ujar dr Aditya Hafria Vanni.

Ia mengatakan bahwa PT Vale berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui pelaksanaan promosi kesehatan dan kampanye kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit serta penerapan pola hidup bersih dan sehat.

Materi yang disampaikan kepada masyarakat, lanjut Aditya, berkaitan langsung dengan kondisi yang sering dihadapi masyarakat, seperti penyebaran penyakit DBD, TBC, serta penyakit lainnya.

Di Desa Ulu Baula, PT Vale memberikan edukasi terkait langkah-langkah pencegahan DBD dan TBC yang rentan terjadi di tengah masyarakat, terlebih saat memasuki musim penghujan.

“Kita ketahui bersama saat ini Kolaka sudah memasuki musim penghujan jadi masyarakat harus diberikan edukasi untuk melakukan pencegahan lebih dini,” Ujar Aditya.

Ia menambahkan, kegiatan kampanye kesehatan tersebut rutin dilaksanakan setiap bulan di tiga kecamatan yang menjadi wilayah pemberdayaan perusahaan, yakni Kecamatan Pomalaa, Baula dan Wundulako.

Health Educator PT Vale IGP Pomalaa, Mokhammad Syifak, mengatakan kegiatan promosi kesehatan merupakan agenda rutin perusahaan yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan di desa-desa wilayah pemberdayaan.

“Harapan kami melalui kegiatan ini masyarakat dapat memahami cara mencegah dan menekan penyebaran DBD. Begitu juga dengan TBC, masyarakat perlu mengetahui bagaimana penularannya dan cara pencegahannya. Kami ingin upaya pengendalian penyakit ini dimulai dari desa,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan di Desa Ulu Baula merupakan bagian dari rangkaian edukasi kesehatan yang dilakukan setiap bulan oleh perusahaan.

“Materi DBD dipilih karena saat ini mulai memasuki musim penghujan yang meningkatkan risiko kasus DBD, sedangkan materi TBC diberikan sebagai dukungan terhadap program pemerintah menuju Indonesia bebas TBC pada tahun 2030,”ujarnya.

Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, dalam kesempatan yang sama mengingatkan masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna menjaga kesehatan keluarga.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat obat khusus untuk menyembuhkan penyakit DBD sehingga langkah pencegahan menjadi sangat penting.

“DBD bisa menyebabkan pendarahan di hidung, telinga, bahkan berujung pada kematian. Karena itu pencegahan sangat penting. Jika ada anggota keluarga yang terindikasi DBD, segera perbanyak asupan makanan dan minuman untuk mengganti cairan tubuh yang hilang,” jelasnya.

Menurutnya, nyamuk penyebab DBD berkembang biak di air bersih yang tergenang seperti di selokan, pot bunga maupun kolam yang tidak terawat.

Pencegahan dapat dilakukan melalui gerakan 3M yakni menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali, menutup rapat wadah yang berisi air, serta mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

“Untuk pencegahan tambahan bisa dilakukan fogging serta memelihara ikan pemakan jentik nyamuk di kolam,” tambahnya.

Camat Baula, Syahrial Darmawan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT Vale Indonesia yang terus memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Kasus DBD di Kecamatan Baula cukup sering terjadi. Pada tahun 2025 tercatat empat kasus, sedangkan pada tahun 2024 mencapai 20 kasus. Tentu pada tahun 2026 ini kami tidak ingin kejadian serupa kembali terulang,” ujar Syahrial.

Ia menegaskan bahwa edukasi kepada masyarakat sangat penting terutama menjelang musim penghujan yang identik dengan meningkatnya potensi penyebaran penyakit DBD.

“kami berterima kasih kepada PT Vale yang telah berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Jangan menunggu ada korban baru kita bergerak,” ujarnya.(CR5/Aini)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini