Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Pengembangan Kawasan Transmigrasi Anawua

0
131
Tim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Pengembangan Kawasan Transmigrasi Anawua

SEPUTAR, KOLAKA.ID-Kolaka,Tim 1 Ekspedisi Patriot Institut Pertanian Bogor (IPB) yang terdiri dari Prof. Iskandar Lubis, Windi Mayang Sari, Ikhwana Dwiyanti, Ega Maulana, dan Kenji Faiz Kusuma tengah melaksanakan kajian mendalam terkait rekomendasi pengembangan Kawasan Transmigrasi Anawua. Kajian ini mencakup 24 desa dan kelurahan di Kecamatan Toari dan Watubangga, Kabupaten Kolaka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Transmigrasi Patriot, salah satu program unggulan Kementerian Transmigrasi yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia unggul. Program ini menekankan peran aktif dalam riset dan kajian, pendampingan, serta kegiatan sosial-ekonomi untuk mendorong pembangunan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sebagai bagian dari kegiatan lapangan, tim tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga memberikan dukungan nyata kepada masyarakat. Pada Sabtu (20/9), Tim Ekspedisi Patriot IPB bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Watubangga menyalurkan benih unggul kepada petani di Watubangga.

Dua petani terpilih, yakni Pak Samsul, Ketua Kelompok Tani Padaelo di Desa Polenga, menerima benih varietas IPB 9G, sedangkan Pak Gede Eko Adi dari Desa Peoho menerima benih varietas IPB 11S. Dukungan ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan benih, tetapi juga membuka kesempatan bagi petani untuk memanfaatkan varietas unggul di lahan setempat.

Benih yang dibagikan merupakan hasil inovasi riset IPB dengan karakteristik berbeda sesuai kondisi lahan. IPB 9G merupakan varietas padi gogo yang berumur ±113 hari setelah sebar (HSS), dengan tinggi tanaman ±98 cm, jumlah gabah isi per malai ±158 butir, dan potensi hasil mencapai 9,09 ton/ha.

Varietas ini dikenal ramping, pulen, serta tahan rebah sehingga cocok dikembangkan di lahan tadah hujan. Sementara itu, IPB 11S adalah varietas padi sawah dengan umur panen ±111 HSS, tinggi ±115 cm, jumlah gabah isi per malai ±147 butir, dan potensi hasil hingga 11,49 ton GKG/ha. Varietas ini bertekstur pera, toleran terhadap salinitas, serta lebih tahan terhadap beberapa hama dan penyakit utama padi.

Bagi petani, kesempatan mencoba benih unggul ini menjadi harapan baru untuk meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Pak Samsul menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan.

“Saya atas nama Samsul, Ketua Kelompok Tani Padaelo, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Ekspedisi Patriot atas kepercayaannya memberikan bibit padi IPB 9G untuk diuji di lahan tadah hujan. Karena kami sebagai petani memang selalu membutuhkan bibit varietas baru dan terbaik. Semoga varietas IPB 9G cocok di lahan daerah Watubangga.” ujarnya.

Kegiatan ini menegaskan bahwa riset yang dilakukan tim bukan hanya sebatas kajian di atas kertas, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih jauh, kajian yang tengah dilakukan mencakup berbagai aspek strategis seperti pendataan komoditas unggulan, sosial budaya, infrastruktur, sumber daya manusia, kondisi fisik kawasan, keanekaragaman hayati, kebijakan makro, hingga penyusunan katalog investasi wilayah.

Dengan sinergi antara penelitian, aksi nyata, dan partisipasi masyarakat, Tim Ekspedisi Patriot IPB berharap rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar kuat bagi pengembangan Kawasan Transmigrasi Anawua, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (CR5/Aini)

Sumber: PPID KABUPATEN KOLAKATim Ekspedisi Patriot IPB Dorong Pengembangan Kawasan Transmigrasi Anawua

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini