Penguatan Hilirisasi dan Digitalisasi Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional

0
94
Penguatan Hilirisasi dan Digitalisasi Jadi Kunci Kemandirian Ekonomi Nasional

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Kabupaten Tangerang,Pemerintah terus memperkuat hilirisasi industri dan percepatan digitalisasi untuk memastikan kemandirian ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Upaya ini dinilai penting guna menjaga Indonesia tetap tangguh menghadapi berbagai guncangan ekonomi dari luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, kinerja ekonomi Indonesia saat ini masih berada di jalur yang tepat. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan III-2025 tercatat sebesar 5,04%, sementara inflasi pada Oktober 2025 tetap terkendali di angka 2,86% year-on-year.

“Perekonomian itu bisa diibaratkan seperti tim balap yang perlu tune-up cepat dan efektif. Inovasi dan adaptasi menjadi kunci penting,” ujar Menko Airlangga saat menutup *16th Kompas 100 – CEO Forum* di Kabupaten Tangerang, Rabu (26/11).

Sejumlah indikator ekonomi juga menunjukkan tren positif. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada September 2025 mencapai 115, Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur naik menjadi 51,2 pada Oktober 2025, dan neraca perdagangan kembali surplus sebesar USD4,34 miliar pada September 2025 — melanjutkan tren surplus selama 65 bulan berturut-turut.

Investasi Berkualitas lewat Hilirisasi dan Ekonomi Digital

Airlangga menegaskan bahwa investasi menjadi pendorong utama peningkatan nilai tambah dalam negeri. Selama periode Januari–September 2025, capaian investasi mencapai Rp1.434,3 triliun—tumbuh 13,7% dari tahun sebelumnya—dan menyerap 1,95 juta tenaga kerja.

Dari angka tersebut, sekitar Rp431,4 triliun atau 30,1% merupakan investasi di sektor hilirisasi yang berperan dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dan industri baterai. Pemerintah juga mulai mengarah pada pengembangan industri semikonduktor, yang secara global diprediksi mencapai nilai USD1 triliun pada 2030.

Selain hilirisasi, ekonomi digital menjadi fokus utama transformasi. Pada 2024, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD90 miliar dan diproyeksikan melonjak hingga USD360 miliar pada 2030.

QRIS menjadi salah satu kontributor terbesar pertumbuhan sektor keuangan digital, dengan penetrasi hingga 57 juta pengguna dan 39 juta pelaku usaha. “Sekitar 93% merchant QRIS merupakan UMKM,” jelas Menko Airlangga.

Pemerintah juga telah menandatangani *IEU CEPA* pada September lalu yang mencakup kerja sama digital, termasuk peningkatan kapasitas talenta Indonesia serta percepatan penggunaan teknologi.

Dorong Infrastruktur Hijau dan Pusat Data Berteknologi AI

Airlangga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur, mulai dari energi hijau hingga pusat data (data center). Saat ini, Indonesia baru memiliki kapasitas sekitar 500 MW data center, padahal kebutuhan ideal mencapai 2.700 MW.

“Kami melihat data center sebagai salah satu game changer. Di Nongsa Batam sudah mulai berkembang dan tengah dibahas kerja sama ekspansi dengan Singapura, Johor, dan Riau,” ungkapnya.

Konektivitas energi juga dipersiapkan melalui percepatan ASEAN Power Grid (APG), terutama untuk integrasi sistem kelistrikan Jawa, Sumatera, dan Kepulauan Riau.

Kolaborasi Dunia Usaha dan Pemerintah

Di hadapan para pemimpin perusahaan yang hadir, Airlangga mengajak seluruh pelaku usaha untuk memperkuat sinergi “Indonesia Incorporated” agar posisi Indonesia semakin kuat dalam berbagai forum internasional.

“Keterlibatan Indonesia dalam forum seperti ASEAN, APEC, dan G20 telah mewarnai kebijakan global. Peran KADIN dan APINDO sangat dibutuhkan untuk terus mengawal kepentingan Indonesia,” pungkasnya.

Forum tersebut turut dihadiri CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama, Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani, serta Wakil Ketua Umum APINDO Sanny Iskandar.(CR5/Aini)

Sumber:Sumber ekonomi.go.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini