PT Vale IGP Pomalaa Perluas Layanan KIA, Perkuat Deteksi Dini Kehamilan Berisiko dan Stunting di Kolaka

0
13
PT Vale IGP Pomalaa Perluas Layanan KIA, Perkuat Deteksi Dini Kehamilan Berisiko dan Stunting di Kolaka

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Kolaka,PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan menggelar pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) di Puskesmas Baula dan Puskesmas Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan yang menekankan kontribusi berkelanjutan dalam memperkuat akses layanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil dan anak di sekitar wilayah operasional.

Pelayanan kesehatan ibu yang dilaksanakan di Puskesmas Baula difokuskan pada pemeriksaan komprehensif oleh dokter spesialis kandungan. Program ini bertujuan mendeteksi secara dini kehamilan berisiko, seperti hiperemesis (mual berlebih pada hamil muda) dan preeklamsia (keracunan kehamilan), serta menangani gangguan ginekologi lainnya.

Dokter spesialis Obgyn, dr. H. Marwan Abbas, Sp.OG, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengutamakan proses pemindaian (screening) terhadap pasien dengan potensi risiko kehamilan.

“Kegiatan ini utamanya bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap kehamilan berisiko pada pasien, di mana proses pemindaian (screening) difokuskan pada kondisi seperti hamil muda dengan mual berlebih (hiperemesis) hingga kasus keracunan kehamilan,” jelasnya.

Ia menambahkan, melalui pemeriksaan tersebut tenaga medis memberikan diagnosis, pengobatan, serta nasihat teknis kepada pihak Puskesmas dan pasien mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan agar kehamilan dapat berlangsung aman hingga proses persalinan berjalan sehat.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan fisik menyeluruh, pemeriksaan penunjang menggunakan USG untuk memantau kondisi janin, pemberian obat-obatan yang diperlukan, hingga sesi konseling mengenai pola hidup sehat dan rencana tindak lanjut (follow-up). Selain itu, dokter juga memberikan arahan teknis kepada petugas Puskesmas dan bidan agar penanganan pasien berjalan tepat dan sinkron.

“Meski saat ini fokus utama masih pada kasus kehamilan, ke depannya program ini juga diharapkan dapat menjangkau pasien dengan masalah ginekologi atau gangguan kandungan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, pelayanan kesehatan anak melalui program ESG KIA PTVI dilaksanakan di Puskesmas Pomalaa dengan menghadirkan dokter spesialis anak. Kegiatan ini memungkinkan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan, gangguan pertumbuhan, maupun penyakit yang sering terjadi pada anak, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemantauan status gizi dan edukasi kepada masyarakat.

Penanggung Jawab Medis IGP Pomalaa PTVI, dr. Fathurrahman, mengatakan program ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak.

“Program ini menjadi bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), dengan memberikan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, melalui kegiatan tersebut anak-anak mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara langsung oleh tenaga medis, termasuk dokter spesialis anak, sehingga deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan dapat dilakukan lebih cepat.

“Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi yang baik antara PT Vale Indonesia (PTVI), tenaga kesehatan, serta pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kolaka,” tambahnya.

Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Benyamin Guluh Kolaka, dr. Apriani Aridan, menjelaskan program ini dilaksanakan dalam empat kali kunjungan di dua puskesmas dengan menghadirkan dokter spesialis anak dan dokter kandungan. Ia menyebutkan kegiatan tersebut juga mendukung pencegahan stunting melalui pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang anak.

Di Puskesmas Baula, sekitar 20 anak dengan berat badan kurang dan gangguan pertumbuhan menjalani pemeriksaan kesehatan. Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Baula, Hj. Sukmawati, yang menyambut baik kegiatan tersebut karena mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat.

Senada, Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Alriyani Hamzah, mengatakan kolaborasi dengan PT Vale Indonesia bukan kali pertama dilakukan, terutama dalam mendukung kegiatan Posyandu.

“Kami sangat menyambut baik karena kunjungan masyarakat ke Puskesmas sebelumnya masih rendah. Dengan keterlibatan PT Vale, pelayanan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran dokter spesialis anak secara langsung di Puskesmas menjadi terobosan penting dalam mempercepat penanganan kasus kesehatan anak, termasuk stunting. Jika sebelumnya pasien harus melalui proses rujukan berjenjang hingga ke Rumah Sakit Kolaka, kini pelayanan dapat diakses lebih cepat dan dekat. Sekitar 20 anak dengan kondisi berat badan kurang dan gangguan pertumbuhan turut mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis, termasuk yang mengalami infeksi sekunder.

Ia berharap program ini dapat berlanjut secara berkesinambungan.

“Kami berharap ada tindak lanjut dari kegiatan ini, terutama bagi anak-anak yang mengalami stunting berat, sehingga penanganannya bisa lebih optimal dan berkelanjutan,” harapnya.

Melalui program ESG KIA ini, sinergi antara perusahaan, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang optimal. Program ini tidak hanya membantu melengkapi fasilitas kesehatan di tingkat Puskesmas, tetapi juga memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat sekitar wilayah operasional, sekaligus mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas di Kabupaten Kolaka. (CR5/Aini)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini