SEPUTAR,KOLAKA.ID-PT Vale Indonesia Tbk terus menunjukkan kemajuan signifikan dalam pembangunan proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka. Proyek ini mencakup pembangunan infrastruktur strategis seperti area mine entrance, pembangunan NAR, operation camp, serta fasilitas pendukung lainnya.
Dalam area nursery, akan dikembangkan ratusan jenis bibit tanaman pionir dan tanaman endemik wilayah Sulawesi Tenggara yang akan menunjang kelestarian keanekaragaman hayati, pengembangan ekonomi lokal, dan penelitian pengembangan tanaman. Bibit yang akan dikembangkan merupakan pohon lokal, termasuk pohon endemik, seperti Kolaka (Syzygium), Kalapi (Kalappia celebica Kosterm), kuku (Pericopsis mooniana), dan Anggrek sorume (Dendrobium utile).
Proyek Nursery di atas lahan seluas 4,62 hektare ini dibangun untuk lahan pembibitan, perkantoran, dan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Lahan yang disiapkan oleh Pemda Kolaka seluas 4,62 hektare di atas lahan Kebun Raya Kolaka dibangun sepenuhnya oleh PT Vale IGP Pomalaa, sebagai area pembibitan berbagai tanaman.
“Hal ini dipersiapkan untuk kepentingan Vale itu sendiri dalam melakukan reklamasi termasuk perusahaan pertambangan lain yang ada di wilayah Pomalaa. Selain itu tentunya juga akan bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat wilayah sekitar,” ujar Delwin, JR Reclamation & Revegetation Engineer PT Vale IGP Pomalaa.(24/7/2025)
Nursery Pomalaa project berdiri di atas lahan 4,62 ha yang ditargetkan bangunan selesai dan beroperasi pada November 2025. Fasilitas nursery IGP Pomalaa ini diperuntukkan untuk menanam, merawat, dan mengembangkan tanaman yang akan dimanfaatkan untuk mereklamasi lahan bekas tambang, mendukung program penghijauan pemerintah.
“Nursery bertujuan menunjang reklamasi lahan bekas tambang, baik untuk area PT Vale maupun masyarakat dan instansi pemerintah untuk mendorong penghijauan. Titik tempat ini juga bisa digunakan bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin praktek dan belajar,”ucapnya.
Dengan hadirnya nursery modern tersebut, PT Vale tidak hanya menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, tetapi juga memperkuat peran perusahaan dalam mendukung reklamasi berkelanjutan dan konservasi hayati di Bumi Anoa. (CR5/Aini)













