Vale Indonesia dan ITB Bahas Masa Depan Pertambangan yang Ramah Lingkungan

0
2

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Bandung,PT Vale Indonesia Tbk bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar diskusi tentang pertambangan berkelanjutan di Kampus ITB, Bandung, Senin (22/6/2026).

Kegiatan bertajuk “Sustainability Mining for the Future: Technical Excellence, Innovation, and Good Mining Practices”ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan tambang yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Industri pertambangan masih menjadi salah satu sektor penting bagi perekonomian Indonesia. Selain menyumbang pemasukan negara hingga Rp130,2 triliun pada 2025, sektor ini juga menyediakan lapangan kerja dan memasok bahan mineral yang dibutuhkan untuk mendukung pengembangan energi bersih.

Namun, industri tambang juga menghadapi berbagai tantangan, seperti pengurangan emisi karbon, perlindungan lingkungan, serta menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Irwan Meilano, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.

“Kerja sama antara kampus, pemerintah, industri, dan mahasiswa sangat penting untuk menciptakan industri pertambangan yang lebih maju dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Konservasi Mineral Kementerian ESDM, Ari Hendarwanto, menegaskan bahwa praktik pertambangan yang baik harus menjadi dasar dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia.

Menurutnya, kegiatan pertambangan tidak hanya harus menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer PT Vale Indonesia Tbk, M. Slamet Sugiharto, mengatakan masa depan industri pertambangan bergantung pada kemampuan perusahaan dalam menggabungkan teknologi, inovasi, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Keunggulan teknologi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Itulah kunci pertambangan berkelanjutan,” kata Slamet.

Sementara itu, Dosen Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Ahmad Ihsan, menilai penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi kemampuan penting bagi para insinyur pertambangan di masa depan.

Melalui kegiatan ini, Vale Indonesia dan ITB berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertambangan yang modern, aman, dan ramah lingkungan.

Diskusi tersebut juga menjadi langkah untuk memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan, pemerintah, dan industri dalam membangun sektor pertambangan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.(CR5/Aini)

Sumber: RM.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini