Land Clearing Lahan Sekolah Rakyat Picu Banjir Lumpur, Warga Tikonu Jadi Korban

0
4

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Kolaka,Proyek land clearing atau pengupasan gunung untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, menuai keluhan warga. Aktivitas perataan lahan tersebut diduga menyebabkan banjir lumpur yang berulang kali menggenangi permukiman dan akses jalan masyarakat setiap kali hujan turun,Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa sore (23/6/2026).

Hujan yang mengguyur Desa Tikonu selama sekitar satu jam mengakibatkan lumpur tebal dari area proyek mengalir ke kawasan permukiman warga BTN. Material lumpur tidak hanya menutupi jalan lingkungan, tetapi juga menutup akses jembatan yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas warga.

Selain menghambat aktivitas masyarakat, genangan lumpur juga masuk ke sejumlah rumah warga sehingga menimbulkan kerugian dan keresahan.

Salah seorang warga BTN, Nur Hasanah, meminta pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara pekerjaan pengupasan gunung hingga persoalan dampak lingkungan dapat diselesaikan.

“Kalau begini tidak ada gunanya tim AMDAL, karena masyarakat yang justru menjadi korban,” keluh Nur Hasanah.

Keluhan serupa disampaikan Kepala Desa Tikonu, Sabaruddin. Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, ia membenarkan terjadinya banjir lumpur yang berdampak pada akses jalan, jembatan, hingga rumah-rumah warga di kawasan BTN.

“Kasihan masyarakat kalau harus menjadi korban akibat pembangunan. Saya berharap dinas terkait dan pemerintah daerah segera turun langsung melihat kondisi di lapangan serta membantu warga yang terdampak,” ujarnya.

Menurut Sabaruddin, kejadian banjir lumpur akibat aktivitas land clearing tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, sedimentasi lumpur disebut mulai menutupi saluran irigasi yang digunakan petani setempat untuk mengairi lahan persawahan mereka.

Ia menilai perlu ada langkah cepat dari pihak pelaksana proyek maupun pemerintah untuk mencegah dampak yang lebih luas terhadap masyarakat dan lingkungan.

“Kalau belum ada solusi yang jelas untuk mengatasi banjir lumpur ini, sebaiknya proyek pengupasan gunung dihentikan sementara. Dampaknya sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.

Warga berharap pembangunan Sekolah Rakyat yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar, sehingga manfaat pembangunan tidak justru menimbulkan persoalan baru bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi proyek.(CR5/Aini)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini