Pemantauan Ketat dan Reklamasi Hijau, Strategi PT Vale Jaga Lingkungan Bahodopi

0
5
Pemantauan Ketat dan Reklamasi Hijau, Strategi PT Vale Jaga Lingkungan Bahodopi

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Morowali,Di tengah geliat industri nikel, PT Vale Indonesia Tbk menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui pengelolaan proyek Bahodopi di Bahodopi, Kabupaten Morowali, yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Melalui sistem pemantauan lingkungan yang dilakukan secara rutin dan berlapis, perusahaan memastikan setiap aktivitas operasional tetap terkendali. Pengawasan dilakukan dengan frekuensi berbeda, mulai dari harian hingga bulanan, tergantung pada tingkat risiko dari masing-masing indikator lingkungan.

Head of Bahodopi Project IGP Morowali, Wafir, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang untuk memberikan respons cepat terhadap potensi dampak yang muncul.
“Pemantauan kami lakukan secara berkala dengan melibatkan pihak independen, sehingga hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Aspek yang dipantau meliputi kualitas air sungai dan laut, limbah tambang, kualitas udara, getaran, hingga kebisingan. Seluruh pengukuran menggunakan peralatan berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI) serta standar internasional, guna menjamin keakuratan data.

Tak hanya berhenti pada pengawasan, perusahaan juga mengambil langkah aktif melalui reklamasi lahan. Program ini dilakukan secara progresif dengan penanaman kembali vegetasi lokal serta pengelolaan nursery, sebagai upaya memulihkan ekosistem yang terdampak aktivitas tambang.

Menariknya, upaya rehabilitasi tidak hanya difokuskan di area operasional, tetapi juga menjangkau wilayah di luar konsesi yang membutuhkan pemulihan. Langkah ini menjadi bukti komitmen perusahaan terhadap tanggung jawab lingkungan yang lebih luas.

Untuk mendukung operasional yang aman, PT Vale juga menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah menghentikan sementara aktivitas saat curah hujan tinggi, sebagai langkah mitigasi risiko.

Selain itu, seluruh proses pemantauan dilakukan oleh tenaga profesional bersertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), memastikan setiap data yang dihasilkan memiliki validitas tinggi.
Wafir menegaskan, keseimbangan antara investasi dan kelestarian lingkungan menjadi prinsip utama perusahaan dalam menjalankan operasionalnya.

“Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi bagian dari cara kerja. Setiap langkah investasi harus selaras dengan perlindungan lingkungan dan keselamatan,” tutupnya.

Dengan pendekatan ini, PT Vale menunjukkan bahwa industri pertambangan dapat berjalan berdampingan dengan upaya pelestarian lingkungan, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan berkelanjutan.(CR5/Aini)

Sumber: MEDIA ALKHAIRAT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini