
SEPUTAR,KOLAKA.ID-Kendari,Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mencatat realisasi investasi sebesar Rp13,61 triliun sepanjang semester I 2025. Angka ini setara 102,54 persen dari target tahunan Rp13,28 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi/BKPM.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sultra, Parinringi, mengatakan capaian ini menunjukkan iklim investasi di Sultra berkembang pesat. Bahkan pada triwulan II saja, investasi tercatat Rp9,16 triliun atau naik 105 persen dibandingkan triwulan I senilai Rp4,45 triliun.
“Di tahun 2025 ini kita sudah melampaui target nasional. Artinya, baru masuk pertengahan tahun, realisasi investasi Sultra sudah lebih dari 100 persen,” ujar Parinringi, Jumat (22/8/2025).
Dari total capaian tersebut, *Kabupaten Kolaka menjadi penyumbang terbesar dengan Rp6,48 triliun* atau hampir setengah dari total investasi di Sultra. Kontribusi ini menegaskan peran strategis Kolaka sebagai penopang utama perekonomian daerah.
“Kolaka menjadi kontributor utama realisasi investasi di Sultra pada semester pertama tahun ini,” ujar Parinringi.
Adapun daerah lain yang masuk lima besar yakni Kabupaten Konawe Rp1,89 triliun, Konawe Utara Rp192,72 miliar, Konawe Selatan Rp185,15 miliar, dan Kota Kendari Rp160,52 miliar.
Dari sisi sektor, investasi terbesar bersumber dari industri logam dasar, barang logam bukan mesin dan peralatannya senilai Rp6,7 triliun. Disusul pertambangan Rp1,19 triliun, perdagangan dan reparasi Rp474,78 miliar, perumahan/kawasan industri/perkantoran Rp422,34 miliar, serta jasa lainnya Rp68,6 miliar.
Capaian investasi ini juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Pada triwulan II 2025, sebanyak 3.622 orang terserap, meningkat dibandingkan 3.490 orang pada triwulan sebelumnya.
Menurut Parinringi, keberhasilan tersebut tidak lepas dari program 100 hari kerja Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Wakil Gubernur Hugua, salah satunya melalui *Sultra Investment Summit 2025* yang digelar Juni lalu. Kegiatan itu mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha penanaman modal asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN).
“Setelah kegiatan itu, kami melakukan pendampingan dengan pelaku usaha. Hasilnya, target realisasi provinsi bisa menembus angka 102 persen, dan capaian ini akan dilaporkan langsung ke Presiden secara nasional,” ujarnya.
Dengan capaian ini, Kolaka menegaskan diri sebagai motor utama investasi di Sulawesi Tenggara, sekaligus menempatkan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan investasi tercepat di Indonesia.(CR5/Aini)
Sumber: KENDARIINFO & TRIBUNNEWSSULTRA.COM












