Dari Sekolah untuk Bumi: PT Vale dan Pemkab Kolaka Tanam Harapan Lewat Aksi Penghijauan

0
3

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Kolaka,Halaman SMKN 9 Kolaka dipenuhi semangat kepedulian terhadap lingkungan saat puluhan bibit pohon ditanam bersama dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, kegiatan yang diinisiasi PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaamenjadi simbol kolaborasi lintas sektor untuk menjaga bumi tetap hijau di tengah ancaman perubahan iklim.

Tidak sekadar seremoni, aksi penghijauan ini mempertemukan berbagai elemen masyarakat. Manajemen PT Vale, Pemerintah Kecamatan Pomalaa, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Pemerintah Desa Pesouha, mitra kerja perusahaan, hingga para guru dan siswa SMKN 9 Kolaka bergandengan tangan menanam pohon sebagai investasi lingkungan bagi generasi mendatang.

Manager Environment & Operational Permit Pomalaa, Firman Gunawan, ST, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memperluas manfaat program pelestarian lingkungan hingga ke kawasan masyarakat.

“Selama ini kami menjalankan revegetasi di area operasional sebagai bagian dari kewajiban perusahaan. Namun pada momentum Hari Lingkungan Hidup ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui penanaman pohon di lingkungan masyarakat agar semangat menjaga iklim menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Firman menegaskan, keberhasilan menjaga lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kolaka, Marsukat Triadi, menyambut baik langkah PT Vale tersebut. Menurutnya, upaya penghijauan merupakan bagian penting dari pemulihan lingkungan di tengah meningkatnya tekanan terhadap lahan akibat aktivitas pembangunan dan ekonomi.

Ia mengungkapkan, pengalamannya mengunjungi kawasan operasional PT Vale di Luwu Timur menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga kualitas lingkungan apabila dikelola secara bertanggung jawab.

Meski demikian, ia mengingatkan masih adanya tantangan lingkungan di Kabupaten Kolaka, seperti banjir musiman yang berdampak pada kawasan persawahan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus terus diperkuat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Selain penghijauan, Marsukat juga mengajak masyarakat memulai kebiasaan sederhana namun berdampak besar, yakni memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai kompos atau pakan ternak, sedangkan sampah plastik perlu dipisahkan untuk didaur ulang melalui fasilitas TPS 3R.

“Menanam pohon adalah langkah awal. Yang tidak kalah penting adalah mengubah kebiasaan kita sehari-hari agar lingkungan tetap terjaga. Jika dilakukan bersama, dampaknya akan sangat besar bagi masa depan daerah kita,” katanya.

Melalui kegiatan ini, PT Vale Indonesia IGP Pomalaa berharap semangat pelestarian lingkungan tidak berhenti pada momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup semata, tetapi menjadi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus yang akan menentukan masa depan bumi.(CR5/Aini)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini