Cegah Penyakit Sejak Dini, Mahasiswa KKN-PK Unhas Periksa Kesehatan 86 Warga Desa Salebba

0
3

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Bone,Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin Angkatan 69 mengajak warga Desa Salebba, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, untuk lebih peduli terhadap kesehatan.

Ajakan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Skrining Kesehatan dan Penyuluhan Perlekatan Menyusui yang dilaksanakan pada 23 Juli 2026.

Melalui skrining kesehatan, mahasiswa memeriksa kondisi warga untuk mengetahui lebih awal adanya risiko penyakit seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, asam urat, dan kolesterol.

Pemeriksaan dilakukan di dua tempat, yaitu Gedung Kesenian Desa Salebba dan Poskesdes Dusun Palaccari. Sebanyak 86 warga berusia 18 hingga 88 tahun mengikuti pemeriksaan.

Warga diperiksa tekanan darah, tinggi badan, berat badan, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Setelah pemeriksaan, warga juga mendapatkan penjelasan dan konseling mengenai hasil pemeriksaannya.

Banyak Warga Ditemukan Memiliki Tekanan Darah Tinggi

Dari hasil pemeriksaan, mahasiswa menemukan beberapa kondisi kesehatan yang perlu menjadi perhatian warga.Sebanyak 47 persen peserta memiliki tekanan darah tinggi. Selain itu, 23 persen memiliki gula darah tinggi, 18 persen memiliki asam urat tinggi, dan 9 persen memiliki kolesterol tinggi.

Skrining Kesehatan

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat penting. Dengan mengetahui kondisi tubuh lebih awal, masyarakat dapat segera melakukan langkah-langkah untuk menjaga kesehatan dan, bila diperlukan, memeriksakan diri lebih lanjut ke fasilitas kesehatan.

Ibu Hamil dan Menyusui Juga Mendapat Edukasi

Selain pemeriksaan kesehatan, mahasiswa KKN-PK Unhas juga memberikan penyuluhan mengenai cara menyusui dengan posisi dan perlekatan yang benar.

Kegiatan ini diikuti 27 peserta yang terdiri dari warga, tenaga kesehatan, dan kader posyandu. Di antara warga yang hadir terdapat 2 ibu hamil dan 7 ibu menyusui.

Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga pendampingan mengenai cara melakukan perlekatan menyusui yang tepat.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 81 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan lebih dari 50 persen setelah mengikuti penyuluhan. Keterampilan kader posyandu dalam mempraktikkan teknik perlekatan menyusui juga mengalami peningkatan.

Ada Kendala, Tetapi Kegiatan Tetap Berjalan

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah perbedaan bahasa antara pemateri dan warga sehingga penyampaian informasi terkadang membutuhkan penjelasan lebih sederhana.

Pada kegiatan penyuluhan, beberapa peserta juga mengalami kesulitan saat mengisi kuesioner menggunakan telepon genggam. Sementara itu, kegiatan skrining terkendala keterbatasan alat pemeriksaan dan jumlah tenaga yang melayani peserta.

Meski demikian, kegiatan tetap berjalan dengan baik dan mendapat respons dari masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Unhas Angkatan 69 berharap warga Desa Salebba semakin sadar bahwa menjaga kesehatan tidak harus menunggu sakit. Pemeriksaan rutin, pola hidup sehat, serta pengetahuan yang benar tentang kesehatan ibu dan anak merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan keluarga.

Pesan pentingnya sederhana: lebih baik mengetahui kondisi kesehatan sejak dini daripada menunggu penyakit menjadi lebih parah.(CR5/Aini)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini