Perak Bersinar di Tengah Awan Gelap Ekonomi Global

0
30
Perak Bersinar di Tengah Awan Gelap Ekonomi Global

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Harga perak dunia melonjak tajam pada perdagangan, menjadi cerminan bagaimana pasar keuangan global tengah bergerak dalam suasana waswas. Di saat data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan dan arah kebijakan perdagangan kembali memanas, investor memilih berlindung pada logam mulia.(20/02/2026)

Perak spot melesat 7,71% ke level US$ 84,55 per ons—kenaikan harian terbesar di antara kelompok logam mulia. Lonjakan ini bukan sekadar angka, tetapi respons spontan pelaku pasar terhadap sinyal perlambatan ekonomi dari Amerika Serikat.

Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV tercatat hanya tumbuh 1,4% secara tahunan (annualized), jauh di bawah ekspektasi analis sebesar 3%. Penutupan sebagian aktivitas pemerintahan (government shutdown) serta melemahnya belanja konsumen menjadi beban yang menekan laju pertumbuhan ekonomi.

Ironisnya, di saat pertumbuhan melambat, tekanan harga belum sepenuhnya surut. Indeks personal consumption expenditure (PCE)—acuan inflasi pilihan bank sentral AS—naik 0,4% pada Desember, lebih tinggi dari perkiraan 0,3%. Kombinasi ini memunculkan kekhawatiran akan gejala stagflasi ringan, sebuah kondisi yang membuat investor cenderung defensif.

Sentimen pasar juga dipicu oleh putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang menyatakan kebijakan tarif global luas sebelumnya melampaui kewenangan presiden berdasarkan International Emergency Economic Powers Act. Putusan tersebut mengguncang lanskap kebijakan perdagangan AS.

Tak lama berselang, Presiden Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif global 10% selama 150 hari untuk menggantikan sebagian kebijakan yang dibatalkan. Langkah ini diperkirakan akan menjaga volatilitas pasar tetap tinggi dalam waktu dekat.

“Sulit membayangkan presiden mundur begitu saja. Ia kemungkinan akan mencoba memberlakukan kembali tarif melalui dasar hukum lain, yang bisa meningkatkan gejolak pasar,” ujar pedagang logam independen Tai Wong.

Di tengah dinamika tersebut, pasar masih menaruh harapan pada pelonggaran moneter. Investor memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga dua kali masing-masing 25 basis poin tahun ini, dengan peluang pemangkasan pertama pada Juni.

Tak hanya perak yang bersinar. Harga emas spot naik 1,8% ke US$ 5.086,6 per ons, sementara kontrak emas berjangka pengiriman April menguat 2,24% ke US$ 5.109,21 per ons. Platinum melonjak 4,36% menjadi US$ 2.170,77 per ons, dan paladium menguat 3,58% ke US$ 1.754,41 per ons.

Di tengah ketidakpastian arah ekonomi dan kebijakan, kilau logam mulia kembali menjadi simbol kehati-hatian. Bagi investor global, reli perak kali ini bukan sekadar momentum pasar, melainkan refleksi kebutuhan akan rasa aman di tengah dunia yang belum sepenuhnya stabil.(CR5/Aini)

Sumber: Beritasatu.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini