PT Vale, Pemkab Luwu Timur dan BNN Deklarasikan Sekolah Bersinar, Bentengi Pelajar dari Ancaman Narkoba

0
1

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Malili,Komitmen melindungi generasi muda dari bahaya narkotika terus diperkuat. PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan resmi mendeklarasikan program Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) di Malili, sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Program yang melibatkan 37 Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Luwu Timur tersebut menjadi bagian dari gerakan kolaboratif untuk membangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar mengenai bahaya narkotika yang semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2023-2025, Sulawesi Selatan tercatat masuk dalam lima besar provinsi dengan angka penyalahgunaan dan kasus narkoba tertinggi di Indonesia. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi seluruh pihak untuk bergerak bersama menyelamatkan generasi muda.

Melalui program Sekolah Bersinar, siswa tidak hanya diberikan edukasi mengenai dampak buruk narkoba, tetapi juga didorong menjadi agen perubahan dan pelopor hidup sehat tanpa zat terlarang.

Program ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu melalui seleksi Duta Pelajar Anti Narkoba dan penilaian sekolah-sekolah di Luwu Timur. Dari sekitar 100 peserta yang mengikuti seleksi, terpilih Duta Pelajar Anti Narkoba Putra dan Putri, serta lima sekolah yang mendapat penghargaan sebagai Sekolah Bersinar, yakni SMAN 1 Luwu Timur, SMAN 3 Luwu Timur, SMAN 6 Luwu Timur, SMAN 10 Luwu Timur, dan SMAN YPS Sorowako.

Senior Coordinator PPM Health PT Vale Indonesia, Baso Haris, mengatakan perusahaan memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut menjaga masa depan generasi muda melalui penguatan ketahanan sosial di lingkungan pendidikan.

“Bagi kami, investasi terbaik untuk masa depan bangsa terletak pada upaya kolaboratif dalam perlindungan generasi muda. Melalui program Sekolah Bersinar ini, kami ingin memastikan anak-anak di Luwu Timur tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkotika,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang siswa sekaligus memberikan rasa tenang bagi para orang tua.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan pentingnya keberanian seluruh elemen sekolah untuk menolak dan melaporkan penyalahgunaan narkoba.

Ia menyebut sekolah merupakan benteng utama dalam menjaga masa depan daerah dari ancaman narkotika yang dapat merusak generasi penerus bangsa.

Program Sekolah Bersinar juga terintegrasi dengan program nasional ANANDA (Aksi Nasional Anti Narkoba Dimulai dari Anak). Melalui program tersebut, para siswa dibekali pemahaman mendalam mengenai bahaya narkoba serta penguatan kapasitas satuan tugas di sekolah agar mampu menjadi pendamping dan edukator bagi teman sebaya.

“Kami memandang sekolah adalah benteng pertahanan pertama bagi masa depan Luwu Timur. Komitmen ini tidak berhenti pada deklarasi saja, tetapi terus dilanjutkan melalui penguatan kapasitas satgas sekolah,” kata Baso Haris.

Di sisi lain, Kepala BNNP Sulawesi Selatan, Agung Prabowo, mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan PT Vale dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkoba.

“Mari jadikan momentum ini sebagai awal gerakan bersama. Kita bukan memerangi manusianya, tetapi memerangi kejahatannya, sambil terus memulihkan korbannya dan mendidik generasi penerus bangsa,” ungkapnya.

Melalui deklarasi Sekolah Bersinar, seluruh pihak berharap gerakan anti narkoba tidak hanya menjadi slogan semata, melainkan budaya kolektif yang tumbuh di lingkungan sekolah demi melahirkan generasi muda Luwu Timur yang sehat, tangguh, dan berintegritas.(CR5/Aini)

SUMBER: ANTARA SULTENG

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini