Komisi III DPRD Sulteng Dorong PT Vale IGP Morowali Jadi Role Model Pertambangan Berkelanjutan

0
53
Komisi III DPRD Sulteng Dorong PT Vale IGP Morowali Jadi Role Model Pertambangan Berkelanjutan

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Morowali,Komisi III DPRD Sulawesi Tengah mendorong PT Vale Indonesia melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali untuk menjadi role model praktik pertambangan yang berkelanjutan di Kabupaten Morowali, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat di daerah tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Sulawesi Tengah, Arnila HM Ali, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Vale di Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Rabu (4/3/2026).

Menurut Arnila, kehadiran perusahaan tambang tersebut telah lama dinantikan oleh masyarakat dan pemerintah daerah, mengingat wilayah konsesi yang dimiliki sebelumnya telah cukup lama tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Kehadiran Vale memang sudah lama dinanti-nantikan, karena wilayah konsesi itu sudah lama menganggur,” ujarnya.

RDP tersebut digelar untuk membahas sejumlah isu strategis, salah satunya terkait aspirasi masyarakat yang berada di wilayah lingkar tambang. Dalam forum tersebut, Komisi III juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam aktivitas industri pertambangan.

Arnila menegaskan bahwa peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi perhatian utama perusahaan, termasuk memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar wilayah operasional.

Ia juga berharap pengalaman panjang PT Vale dalam mengelola praktik pertambangan berkelanjutan di Sorowako dapat diterapkan di Morowali.

“Mudah-mudahan mereka (PT Vale) menjadi yang terbaik, menjadi percontohan lah untuk perusahaan-perusahaan yang lain. Besar harapan kami dengan hadirnya Vale. Vale memang sangat dinanti-nantikan di Morowali,” katanya.

Lebih lanjut, Arnila menilai PT Vale memiliki kapasitas untuk menerapkan praktik pertambangan berkelanjutan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) berstandar internasional, sebagaimana yang telah dijalankan perusahaan selama puluhan tahun di Sorowako dengan mengedepankan pemberdayaan sumber daya manusia lokal.

“Yang namanya pertambangan pasti ada plus minusnya. Tapi yang pasti kita berharap dengan hadirnya pertambangan industri, bisa punya dampak untuk anak-anak kita ke depan, bisa punya pekerjaan,” tegasnya.

Sementara itu, Head of External Relations Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, menyampaikan bahwa saat ini manajemen perusahaan tengah mempercepat penyelesaian proyek pembangunan smelter High-Pressure Acid Leaching (HPAL) di wilayah Sambalagi, Morowali.

Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya PT Vale dalam mendukung pengembangan industri hilirisasi nikel nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Kabupaten Morowali. (CR5/Aini)

SUMBER : SULTENG RAYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini