Desa Balambano Kini Produksi Gula Aren, Didukung PT Vale Indonesia Tbk

0
126
Desa Balambano Kini Produksi Gula Aren, Didukung PT Vale Indonesia Tbk

SEPUTAR,KOLAKA.ID-Luwu Timur, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, yang sebelumnya dikenal sebagai penghasil dan penyuplai minuman tradisional Ballo Pahit (air nira) ke berbagai wilayah di Luwu Timur, kini melangkah lebih jauh dengan mengembangkan produk olahan berbahan dasar nira, yaitu gula aren.

Melalui program Sustainable Development Goals (SDGs) Desa yang didukung oleh Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Vale Indonesia Tbk, masyarakat Balambano mendapat dukungan penuh untuk mengoptimalkan potensi lokal dan mengembangkan produk unggulan desa.

Program yang diinisiasi masyarakat ini mulai berjalan sejak awal 2024. Pada April 2024, PT Vale bersama konsultan pendamping Commit secara intensif memberikan pelatihan dan pendampingan kepada calon pelaku usaha. Hasilnya, pada Juni 2024, kelompok usaha yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pemuda desa sudah mampu memasarkan produk gula aren pertama mereka ke masyarakat sekitar dengan total penjualan mencapai 8 kilogram.

Produk gula aren yang dihasilkan kini memiliki tiga varian, yaitu gula aren batok dengan harga Rp20.000 per 8 ons, gula aren semut Rp15.000 per 130 gram, dan gula sarabba Rp20.000 per 250 mililiter. Kelompok Usaha Gula Aren Balambano pun optimis produknya mampu bersaing di pasar lokal maupun regional.

Melihat keseriusan dan potensi besar kelompok tersebut, Kepala Desa Balambano, Muhammad Ronal, mengusulkan renovasi rumah produksi kepada PT Vale Indonesia Tbk. Usulan itu kemudian direalisasikan dan diresmikan pada Rabu (29/10/2025) di Dusun Balambano, Kecamatan Wasuponda.

“Kami banyak berterima kasih kepada PT Vale melalui konsultannya, Commit, yang terus mendukung kami hingga kelompok ini terbentuk. Alhamdulillah, sekarang kami sudah memiliki rumah produksi dan hasilnya bisa kita lihat. Ke depan kami berharap ada pendampingan untuk proses legalitas usaha,” ujar Muhammad Ronal.

Ia juga berharap kelompok usaha tetap konsisten mengembangkan produksi gula aren agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. “Kami ingin usaha gula aren ini bisa dikolaborasikan dengan potensi desa lainnya, seperti sektor pariwisata, agar bisa semakin menggerakkan ekonomi Balambano,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur External Relations PT Vale Indonesia Tbk, Endra Kusuma, menilai peresmian rumah produksi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Balambano untuk terus mengembangkan potensi lokal.

“Banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi usaha menjanjikan dan membuka peluang ekonomi berkelanjutan. Tujuannya adalah kemandirian masyarakat. Gula aren ini hanya salah satu dari banyak potensi yang bisa digarap di Luwu Timur,” ungkap Endra.

Ia menambahkan, keberhasilan kelompok usaha tidak hanya bergantung pada produksi, tetapi juga pada kemampuan bekerjasama dalam pemasaran dan manajemen. “Kelompok usaha harus mampu berkolaborasi dengan baik dalam produksi, pemasaran, dan pengelolaan manajemen agar tetap eksis. Semoga ke depan Desa Balambano dikenal sebagai desa penghasil gula aren terbesar di Luwu Timur,” harapnya.

Sebagai informasi, total dukungan PT Vale untuk Program Gula Aren ini mencapai sekitar Rp48 juta. Bantuan tersebut mencakup renovasi bangunan rumah produksi, pendampingan kelompok usaha, penyediaan alat produksi, serta peningkatan kapasitas anggota kelompok.

Adapun bangunan awal rumah produksi gula aren merupakan hasil swadaya masyarakat, yang kemudian diperkuat dengan dukungan dari PT Vale Indonesia Tbk untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.

Program ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan dalam mewujudkan desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. (CR5/Aini)

Sumber: batarapos.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini