SEPUTAR,KOLAKA.ID-Luwu Timur,Masa depan Sorowako setelah tambang berhenti tak lagi jadi wacana yang jauh. PT Vale Indonesia Tbk, anggota grup MIND ID, mulai membuka ruang dialog bersama masyarakat untuk menyusun rencana pascatambang yang lebih berkelanjutan dan berpihak pada lingkungan serta warga Luwu Timur.
Konsultasi awal tersebut digelar di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (25/11/2025). Suasana forum terasa cair—hadir pemerintah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan desa yang datang membawa aspirasi tentang lingkungan dan masa depan ekonomi daerah.
Specialist Biodiversity and Mine Closure PT Vale Indonesia, Andri Ardiansyah, menyampaikan bahwa pembaruan dokumen pascatambang harus dilakukan setelah izin operasi perusahaan diperpanjang hingga 2035.
“Dokumen sebelumnya disusun berdasarkan izin yang berlaku sampai 2025. Kini PT Vale sudah mendapatkan perpanjangan izin sampai 2035 dan otomatis dokumen pascatambang harus ikut diperpanjang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perusahaan ingin memastikan masyarakat turut memberikan masukan sejak awal penyusunan dokumen tersebut.
“Kami ingin menangkap aspirasi pemerintah dan masyarakat sebelum penyusunan dilakukan,” kata Andri.
Para peserta memanfaatkan forum ini untuk menyuarakan beragam harapan—mulai dari program CSR yang lebih menyentuh kebutuhan warga, keterbukaan informasi lingkungan, pemulihan ekosistem yang optimal, hingga peluang ekonomi yang dapat menjadi penopang saat aktivitas pertambangan berakhir kelak.
Perwakilan pemerintah daerah juga hadir memberikan dukungan. Plt Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade, menekankan bahwa keberadaan PT Vale selama ini telah memberi manfaat besar bagi daerah.
“Alhamdulillah hanya Luwu Timur tidak berutang. Itu karena PT Vale ada di sini. Makanya saya bilang PT Vale adalah milik kita, sehingga perlu dijaga,” ucapnya dengan penuh penegasan.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan status PT Vale dari Kontrak Karya menjadi IUPK sejak 3 Mei 2024 membawa harapan baru bagi masyarakat karena skema bagi hasil kini turut menguntungkan daerah.
Di tengah perjalanan menuju era pascatambang, PT Vale memastikan bahwa rencana yang disusun bukan sekadar menghentikan operasi. Pemulihan lahan, pengelolaan lingkungan secara ketat, pembongkaran fasilitas yang tak lagi digunakan, serta pemantauan jangka panjang menjadi komitmen utama.
Dengan konsultasi awal ini, masyarakat Luwu Timur kini memiliki ruang untuk ikut menentukan seperti apa wajah Sorowako setelah aktivitas tambang mereda—harapan bahwa bumi yang selama ini memberi hasil, bisa kembali hijau dan terus menghidupi generasi mendatang.(CR5/Aini)
Sumber: ANTARASULTENG
