seputarkolaka.id

PT Vale: Masa Depan Nikel Ditentukan oleh Keberlanjutan, Bukan Sekadar Produksi Besar

SEPUTAR,KOLAKA.ID-JAKARTA,Industri nikel dunia kini tidak lagi hanya mengejar jumlah produksi yang besar. Pasar global semakin mencari nikel yang diproduksi dengan cara ramah lingkungan, memiliki jejak karbon rendah, dan dapat ditelusuri asal-usulnya.

Hal tersebut disampaikan Executive Advisor for Nickel Downstreaming PT Vale Indonesia Tbk., Vinicius Mendes Ferreira, dalam ajang Indonesia Critical Minerals Conference & Expo (ICMCE) 2026 di Jakarta.

Menurut Vinicius, perusahaan tambang saat ini harus mampu menyeimbangkan produksi dengan tanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu, PT Vale menjalankan bisnisnya dengan fokus pada tiga hal utama, yaitu penggunaan energi hijau, perlindungan lingkungan, dan pengembangan teknologi.

Untuk mendukung produksi yang lebih ramah lingkungan, PT Vale memanfaatkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan sumber energi terbarukan lainnya dalam operasionalnya di Sorowako.

“Ke depan, seluruh proses produksi harus mengarah pada penggunaan energi hijau. Itu menjadi prinsip utama kami,” kata Vinicius.

Selain itu, PT Vale juga terus melakukan reklamasi atau pemulihan lahan bekas tambang. Dari area yang telah selesai ditambang, sekitar 70 persen sudah ditanami kembali dan dikembalikan fungsinya agar tetap bermanfaat bagi lingkungan.

Di bidang teknologi, PT Vale sedang mengembangkan cara baru untuk mengolah tailing atau sisa hasil pengolahan tambang. Selama ini tailing sering dianggap sebagai limbah, namun perusahaan melihat peluang untuk mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Melalui proyek yang sedang diuji coba di Pomalaa, tailing berpotensi diolah menjadi besi kasar (pig iron) dan material lain yang masih bisa dimanfaatkan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi limbah sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.

Vinicius menilai industri nikel sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu pasar hanya membutuhkan pasokan dalam jumlah besar, kini konsumen juga memperhatikan bagaimana nikel tersebut diproduksi.

“Dunia tidak hanya membutuhkan lebih banyak nikel, tetapi membutuhkan nikel yang diproduksi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.

Meski perkembangan teknologi baterai terus berubah, PT Vale tetap optimistis permintaan nikel akan terus meningkat. Nikel masih dibutuhkan untuk berbagai teknologi masa depan seperti kendaraan listrik, kecerdasan buatan (AI), robotika, drone, hingga industri penerbangan.

Karena itu, Vinicius menegaskan bahwa penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau ESG kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijalankan oleh seluruh pelaku industri.

“ESG bukan lagi sebuah pilihan. ESG adalah sebuah keharusan,” tegasnya.

Sumber: NIKEL.CO.ID

Exit mobile version