SEPUTAR,KOLAKA.ID-Jakarta,Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto, menilai bahwa ketahanan pasar keuangan Indonesia hingga saat ini masih terjaga dengan baik di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Ia menegaskan, kondisi tersebut ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang kuat serta tingkat kepercayaan investor yang tetap tinggi terhadap pasar domestik. (03/11/2025)
Dalam keterangannya pada program Investor Market Opening yang disiarkan BeritaSatu TV, Senin (3/11/2025), Fendi menjelaskan bahwa aksi jual yang dilakukan oleh investor asing di pasar saham dalam beberapa pekan terakhir tidak mencerminkan keluarnya dana asing secara permanen dari pasar keuangan Indonesia, melainkan merupakan bagian dari strategi rotasi portofolio jangka pendek.
“Investor menjual saham tetapi masuk lebih besar ke pasar obligasi. Jadi mereka tidak keluar permanen dari pasar,” ujar Fendi.
Lebih lanjut, Fendi mengungkapkan bahwa pasar keuangan Indonesia masih menawarkan imbal hasil (yield) obligasi yang kompetitif dan menarik bagi investor global. Ia menyebutkan bahwa spread antara imbal hasil surat utang pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat saat ini berada pada kisaran 2,2 persen hingga 2,3 persen, menunjukkan daya tarik yang kuat bagi investor asing.
Fendi menambahkan, sejumlah indikator makroekonomi turut memperkuat ketahanan pasar keuangan nasional. Stabilitas inflasi yang terjaga, surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan, serta nilai tukar rupiah yang stabil menjadi faktor utama yang menopang kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
Selain itu, Fendi menilai bahwa secara valuasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada pada level undervalued, dengan estimasi nilai intrinsik di kisaran 8.470 poin. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan di masa mendatang.
“Dengan fundamental ekonomi yang solid, Indonesia masih menjadi salah satu pasar paling atraktif di kawasan,” pungkasnya.
Berdasarkan data perdagangan Senin (3/11/2025) hingga pukul 10.56 WIB, IHSG tercatat menguat 5 poin atau 1,17 persen ke level 8.262, bergerak dalam rentang 8.201–8.272, dengan 344 saham menguat, 284 saham melemah, dan Beritasatu.com176 saham stagnan.(CR5/Aini)
Sumber: Beritasatu.com
