SEPUTAR,KOLAKA.ID-Malili,Anggota DPRD Luwu Timur, Erick Estrada, meminta PT Prima Utama Lestari (PUL) segera berbenah dalam sistem pengelolaan limbah dengan mencontoh metode yang diterapkan PT Vale Indonesia.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar aktivitas pertambangan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
“PT PUL perlu melihat dan belajar pengelolaan limbah PT Vale Indonesia,” ujarnya kemarin.
Erick menegaskan bahwa PT Vale selama ini telah menunjukkan kinerja yang baik dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan Danau Matano, Sorowako, Kecamatan Nuha.
“PT Vale dalam pengelolaan limbah sangat bagus. Contohnya, Danau Matano sampai saat ini tidak tercemar. Itu tanda bahwa PT Vale memang layak dijadikan percontohan dalam pengelolaan limbah dan itu perlu dlihat oleh PT PUL,” ungkapnya.
Di sisi lain, hasil kunjungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu Timur ke lokasi tambang nikel PT PUL di Desa Ussu, Kecamatan Malili, mengungkap sejumlah persoalan yang berpotensi mencemari lingkungan.
DLH menemukan adanya settling pond di area blok 3 yang jebol karena tidak mampu menampung air buangan dari PIT. Selain itu, kompartemen settling pond di blok tersebut dinilai tidak memenuhi standar penampungan air.
Jarak settling pond yang terlalu dekat dengan sungai juga mempercepat aliran air buangan ke Sungai Ussu. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya treatment pada settling pond, sehingga air yang keluar terlihat sangat keruh.
Situasi tersebut memicu perhatian luas dari masyarakat, mahasiswa, serta sejumlah LSM di Luwu Timur yang menyoroti dampak aktivitas pertambangan terhadap kondisi Sungai Ussu.(CR5/Aini)
Sumber: palopopos.co.id
