seputarkolaka.id

Ahmad Safei Desak Evaluasi Kapal Uzur di Lintasan Kolaka–Bajoe

Anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Safei.

SEPUTAR,KOLAKA.ID-JAKARTA,Anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Safei, meminta Kementerian Perhubungan segera mengevaluasi armada kapal feri di lintasan Kolaka, Sulawesi Tenggara menuju Pelabuhan Bajoe, Bone, Sulawesi Selatan. Ia menilai banyak kapal yang beroperasi di jalur tersebut sudah berusia sangat tua dan berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.

Dalam keterangannya, Safei menyebut rata-rata usia kapal yang melayani rute Kolaka–Bajoe telah mencapai 30 hingga 50 tahun. Padahal, waktu tempuh pelayaran di lintasan tersebut berkisar antara 8 sampai 9 jam.

“Penyeberangan ini jaraknya cukup jauh dan menghubungkan Sulsel dan Sultra. Namun kapal-kapalnya rata-rata sudah berusia 30 sampai 50 tahun. Ini tentu harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.(20/2/2026).

Menurutnya, durasi perjalanan yang panjang dengan kondisi kapal yang sudah uzur meningkatkan risiko kecelakaan laut. Ia bahkan menyinggung tiga insiden kapal feri tenggelam di wilayah tersebut yang disebutnya bukan dipicu faktor cuaca, melainkan persoalan teknis akibat usia kapal.

“Sudah ada tiga feri yang tenggelam di lintasan ini. Kita pahami bersama bahwa itu bukan semata-mata karena cuaca, tetapi juga karena kondisi kapal yang sudah tidak prima,” tegas legislator daerah pemilihan Sultra itu.

Politikus PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti praktik distribusi kapal bekas dari wilayah barat ke kawasan timur Indonesia. Ia menilai Indonesia Timur kerap menerima armada yang telah berusia tua setelah sebelumnya beroperasi bertahun-tahun di lintasan padat seperti Merak–Bakauheni, kemudian dipindahkan ke Surabaya, Lombok, Bali, hingga akhirnya ke wilayah timur.

“Wilayah timur sering kali mendapat kapal yang sudah sangat lama dipakai di barat. Ini tentu perlu dievaluasi agar tidak ada kesan diskriminatif dalam pelayanan transportasi,” katanya.

Safei menegaskan, secara bisnis lintasan Kolaka–Bajoe tergolong ramai dan menguntungkan dengan frekuensi hingga tujuh kali penyeberangan setiap hari. Karena itu, menurutnya, sudah selayaknya rute tersebut mendapatkan armada baru yang lebih aman dan andal.

Ia pun berharap pemerintah dapat mendorong peremajaan kapal, baik melalui dukungan kebijakan maupun insentif bagi operator, agar keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam layanan transportasi laut di kawasan Indonesia Timur.(CR5/Aini)

Sumber: Gesuri.id

Exit mobile version